Fokus Kembangkan Hybrid, Toyota Siap Hadirkan Kelas Medium :: Nusantaratv.com

Fokus Kembangkan Hybrid, Toyota Siap Hadirkan Kelas Medium

Toyota telah melahirkan berbagai kendaraan bertenaga listrik dan dipamerkan di GIIAS 2019
Fokus Kembangkan Hybrid, Toyota Siap Hadirkan Kelas Medium
Toyota fokus kembangkan teknologi hybrid. (Adiantoro/NTV)

Jakarta, Nusantaratv.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku tengah fokus mengembangkan teknologi hybrid. Dengan harga kendaraan hybrid yang tak murah, perusahaan otomotif asal Jepang itu sudah siap untuk menghadirkan mobil hybrid kelas medium. 

Mengusung konsep Toyota Hybrid System (THS), Toyota telah melahirkan berbagai kendaraan bertenaga listrik, seperti Prius Hybrid sebagai pionir mobil hybrid Toyota, Camry Hybrid, dan C-HR Hybrid.

Produk itu dihadirkan Toyota pada pameran otomotif tahunan terbesar di Tanah Air, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2019, di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD (Bumi Serpong Damai), Tangerang, pada 18-28 Juli.

Diketahui, pada tahun ini, Toyota berjanji bakal meluncurkan 10 model baru. "Kita akan mengembangkan mobil-mobil yang memang kita sebut Hybrid EV (Hybrid Electric Vehicle/HEV) atau PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Kita masih ada 5 bulan. Saya bilang akan ada 10 mobil baru, berarti masih ada 4 lagi," ujar Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM, di ICE BSD, Tangerang.

Soal harga kendaraan hybrid yang tidak murah, pria yang biasa disapa Suryo itu mengungkapkan Toyota sudah siap untuk menghadirkan mobil hybrid kelas medium.

Toyota ingin lebih memasyarakatkan mobil hybrid dan mengubah persepsi publik terhadap mobil hybrid yang selama ini dianggap hanya untuk konsumen kalangan atas.

Salah satu upaya Toyota untuk memasyarakatkan kendaraan hybrid dapat dilihat dengan kehadiran C-HR Hybrid, dimana angka penjualannya dinilai positif.

"Jadi kalau kita lihat, dulu customer yang suka hybrid lebih dewasa, mature, punya uang, dan concern terhadap lingkungan. Tapi sekarang anak muda juga suka hybrid karena dianggap teknologi kekinian," tambah Suryo.

Menurut Suryo, kendaraan hybrid dikenakan harga jauh lebih mahal dari model biasa karena faktor pajak dan bahan yang masih harus diimpor. Meski kendaraan hybrid bisa didaur ulang, perlu ada benefit lain yang ditawarkan ke konsumen untuk lebih memasyarakatkan kendaraan hybrid.

Salah satu contohnya adalah dengan membebaskan kendaraan hybrid dari aturan plat ganjil-genap, untuk sekaligus mengurangi polusi udara di ibu kota.

"Jadi mobil hybrid boleh masuk dan tidak terkena (aturan) ganjil-genap. Yang kedua misalnya di jalan tol. Sekarang bayar tol semakin mahal dan naik terus, khusus untuk hybrid bisa bayar setengahnya dan dibuat saja kelasnya. Nah, itu benefit-benefitnya yang bisa didapat sebagai contoh," tukas Suryo.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0