Tandatangani Perpres Mobil Listrik, Presiden Jokowi: Butuh Insentif :: Nusantaratv.com

Tandatangani Perpres Mobil Listrik, Presiden Jokowi: Butuh Insentif

Presiden Jokowi berharap dengan Perpres tersebut industri otomotif mau segera merancang dan membangun industri mobil listrik di Indonesia
Tandatangani Perpres Mobil Listrik, Presiden Jokowi: Butuh Insentif
Presiden Jokowi mengaku telah menandatangani Perpres mobil listrik. (JAY/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik pada Senin (5/8/2019) pagi.

Ia berharap dengan adanya Perpres tersebut industri otomotif mau segera merancang dan membangun industri mobil listrik di Indonesia.

"Kita tahu 60 persen mobil listrik itu kuncinya ada di baterai-nya dan bahan untuk membuat baterai, kobalt, mangan dan lain-lainya itu ada di negara kita, sehingga strategis bisnis negara ini bisa kita rancang agar nanti kita bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah, yang kompetitif karena bahan-bahan ada di sini," ujar Presiden Jokowi, usai meresmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN, di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Menurut pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), 58 tahun silam itu, membangun sebuah industri mobil listrik tidak mungkin setahun, dua tahun, tiga tahun.

Selain itu, juga harus melihat pasar serta melihat pembeli, karena mobil listrik saat ini hampir 40 persen harganya lebih mahal dari mobil biasa.

Namun, mantan Wali Kota Solo itu berharap dengan adanya bahan-bahan baterai di Indonesia, memungkinkan harga mobil listrik bisa ditekan lebih murah, atau setidaknya bisa sama. "Nah itu baru mobil listrik akan berseliweran di seluruh kota di Indonesia," lanjutnya.

Terkait beban polusi di kota besar seperti Jakarta, Presiden Jokowi mendorong Gubernur DKI Jakarta yang memiliki APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) besar bisa memberi insentif, untuk mobil listrik, itu sudah memberi insentif.

Mungkin, ungkap Presiden Jokowi, bisa saja nanti parkirnya digratiskan, atau beli mobil listrik, untuk balik namanya digratiskan, dan insentif-insentif yang untuk kota-kota yang memiliki APBD besar atau ditambah lagi subsidi-nya.

"Ada negara yang memberi subsidi sekian dollar apabila membeli mobil listrik, dimulai seperti Jakarta, saya kira bisa dimulai dengan bisnya, transportasi umum, bisa dimulai mendorong taksi-taksinya, saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan agar mulai didorong seperti itu, bisa saja sepeda motor listrik yang sudah diproduksi oleh kita sendiri didorong untuk digunakan di DKI dulu, dibelikan Pak Gubernur (DKI) bisa saja, kenapa tidak," tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0