TNI AU Kepincut Pikap Esemka Bima, Borong 35 Unit :: Nusantaratv.com

TNI AU Kepincut Pikap Esemka Bima, Borong 35 Unit

TNI AU menilai harga yang ditawarkan pikap Esemka Bima lebih murah dibandingkan dengan mobil merek lain dengan spesifikasi serupa.
TNI AU Kepincut Pikap Esemka Bima, Borong 35 Unit
Presiden Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil Esemka Bima. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pabrik sekaligus mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada awal September lalu. 

Kendaraan produksi dalam negeri itu ternyata menarik perhatian TNI (Tentara Nasional Indonesia) AU (Angkatan Udara). Tak tanggung-tanggung, institusi militer itu memesan sebanyak 35 unit pikap Bima 1.3.

TNI AU menilai spesifikasi mobil tersebut sesuai digunakan untuk operasional pasukan di lapangan, terutama di landasan. Hal itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Nailul Humam dan Divisi Marketing PT Esemka Regina.

Baca Juga: Feeling Jokowi, Mobil Esemka Laku Keras

Dalam kesempatan itu hadir pula Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Pabrik Esemka, di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (24/9/2019). 

Dikatakan Yuyu, TNI AU sangat membutuhkan kendaraan operasional, terutama skadron yang bergerak di landasan guna mengangkut beragam logistik yang dibutuhkan di Bandara.

"Kami melakukan kajian-kajian. Dan (spesifikasi Bima) sesuai dengan apa yang kita butuhkan untuk (operasional) di landasan," ungkap Yuyu, dikutip Jawa Pos, Rabu (25/9/2019).

Dijelaskannya, pembelian ini sekaligus menyukseskan program pemerintah. "Kalau ada produksi dalam negeri, kenapa harus membeli ke luar negeri," cetusnya.

Selain itu, ungkap Yuyu, harga yang ditawarkan pikap Bima lebih murah dibandingkan dengan mobil merek lain dengan spesifikasi serupa. Pikap Bima 1.3 dijual seharga Rp95 juta.

"Saya kali ini membeli 35 mobil. Kalau membeli kompetitor yang sudah ternama, saya hanya mendapat 25 mobil," tukas Yuyu.

Nantinya, puluhan pikap Bima 1.3 ini bakal didistribusikan ke 21 skadron udara. Setelah Bima 1.3 dioperasikan di lapangan, TNI AU berancang-ancang kembali membeli produk Esemka. Terlebih, pembelian mobil Esemka ini dibiayai Koperasi AU, sehingga tak menggunakan anggaran rutin. 

“Koperasi berkontribusi terhadap bantuan kendaraan dinas. Membantu untuk operasional. Dalam sekian tahun terkumpulah uang. Inilah diwujudkan membantu keperluan dinas," tutup Yuyu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0