Toyota Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di China, Indonesia? :: Nusantaratv.com

Toyota Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di China, Indonesia?

Kehadiran Perpres mobil listrik yang telah ditandatangani Presiden Jokowi mendapat tanggapan positif dari sejumlah pabrikan otomotif Tanah Air
Toyota Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di China, Indonesia?
Mobil listrik sedang mengisi baterai. (Asia Nikkei)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anak perusahaan Toyota khusus memproduksi baterai kendaraan listrik, Primearth EV Energy (PEVE) akan membangun pabrik keempat di Beijing, China. Ini bagian dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan mobil ramah lingkungan. 

Dilansir dari Asia Nikkei, Jumat (16/8/2019), pabrik yang akan mulai dibangun pada 2021 itu diharapkan dapat menghasilkan 100 ribu baterai per tahun. 

Pemerintah China telah mengembangkan kendaraan energi baru, termasuk mobil listrik dan bahan bakar sel hidrogen guna mengurangi polusi dan mengembangkan sektor otomotif.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan.

Ini sekaligus menandai era baru mobil listrik sebagai kendaraan ramah lingkungan yang bebas polusi di Indonesia. Hal itu mendapat tanggapan positif dari sejumlah pabrikan otomotif Tanah Air. Salah satunya Toyota. 

Anton Jimmy Suwandi, Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM), menegaskan pihaknya siap mendukung Perpres yang telah diteken Presiden Jokowi, pada 8 Agustus 2019 itu. 

Namun, pihaknya memberi perhatian khusus soal produksi baterai kendaraan listrik di Tanah Air. "Sudah pasti kita butuh dalam domestik di Indonesia adalah produksi baterainya sendiri. Jadi itu yang belum ada di Indonesia," ujar Anton, dikutip iNews, Jumat (16/8/2019).

Kendati diungkapkannya, sudah ada beberapa investor-investor yang akan masuk ke Indonesia. "Mudah-mudahan Perpres ini mempercepat keputusan mereka masuk dan berinvestasi di Indonesia," lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan beberapa skenario dalam produksi kendaraan listrik. "Deadline kira-kira dua tahun akan terjadi, kita fokus bagaimana menjual dan memproduksi," tukas Anton.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0