Donald Trump Desak GM Segera Produksi Ventilator Medis untuk Pasien COVID-19 :: Nusantaratv.com

Donald Trump Desak GM Segera Produksi Ventilator Medis untuk Pasien COVID-19

General Motors Akan Produksi Lebih Dari 10 Ribu Unit per Bulan Dengan Target 200 Ribu Ventilator untuk Pasien COVID-19.
Donald Trump Desak GM Segera Produksi Ventilator Medis untuk Pasien COVID-19
Ventilator terlihat di Gedung Manajemen Darurat Kota New York, AS. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak General Motors (GM) untuk memproduksi ventilator yang sangat dibutuhkan bagi pasien virus corona (COVID-19), setelah dia menuduh produsen mobil terbesar AS itu membuang-buang waktu selama negosiasi.

Trump untuk pertama kalinya menggunakan Undang-Undang (UU) Produksi Pertahanan, mengatakan GM tidak bergerak cepat meskipun sebelumnya pada Jumat (27/3/2020) GM mengumumkan akan mulai membangun ventilator dalam beberapa pekan ke depan.

Ditanya mengenai negosiasi dengan GM tentang ventilator, Trump menyatakan kemarahan dengan keputusan perusahaan untuk menutup pabrik perakitan di Ohio yang penting secara politis. Dia juga mengkritik keputusan GM sebelumnya untuk membangun pabrik di luar Negara Paman Sam itu.

"Saya tidak membahasnya dengan pandangan yang baik," kata Trump pada konferensi pers perundingan GM, dilansir dari Reuters, Sabtu (28/3/2020).

Sedangkan penasihat Gedung Putih Peter Navarro mengatakan pemerintah mengalami hambatan dengan GM pada pekan ini.

Baca Juga: Ford Mulai Bikin Ventilator dan Respirator, Bantu Rumah Sakit Tangani Pasien COVID-19

GM mengatakan dalam sebuah pernyataan dalam menanggapi Trump jika mereka telah bekerja dengan perusahaan ventilator Ventec Life Systems dan pemasok GM sepanjang waktu selama lebih dari sepekan untuk memenuhi kebutuhan mendesak ini, dan mengatakan komitmennya untuk ventilator Ventec tidak pernah goyah.

Undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kepada Presiden untuk memperluas produksi industri dari setiap bahan atau produk utama untuk keamanan nasional dan alasan lainnya. 

Sementara itu, pada Jumat (27/3/2020), jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di AS mencapai 100 ribu, tertinggi di dunia menurut penghitungan Reuters. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.550.

Trump juga mengatakan negara-negara seperti Inggris, Jerman, Spanyol dan Italia membutuhkan ventilator dan jika volume berlebih tidak diperlukan, AS siap untuk mengekspornya.

Sebelumnya, Trump mengecam GM dan Ford Motor Co karena bergerak terlalu lambat hanya beberapa jam sebelum GM mengatakan akan membangun peralatan medis di pabrik Indiana.

Baca Juga: Dua Karyawan Positif COVID-19, Tesla Klaim Sudah Pulih

Trump mengkritik produsen mobil AS dan mengatakan dia berharap AS akan membuat atau memperoleh 100 ribu ventilator tambahan dalam 100 hari ke depan.

GM dan Ford secara terpisah mengumumkan awal pekan ini jika mereka bekerja dengan perusahaan peralatan medis untuk membantu meningkatkan produksi ventilator.

GM dan mitranya Ventec mengonfirmasi jika pihaknya akan mengerahkan 1.000 pekerja untuk memproduksi ventilator di pabrik bagian dan kapal Kokomo, Indiana, dengan segera pada bulan depan. Hal itu bertujuan untuk memproduksi lebih dari 10 ribu unit per bulan dengan target 200 ribu ventilator.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0