Gegara COVID-19, Penjualan Sepeda Motor di Dunia Terjungkal :: Nusantaratv.com

Gegara COVID-19, Penjualan Sepeda Motor di Dunia Terjungkal

Pasar Sepeda Motor Italia Hancur Dengan Angka Penjualan Anjlok Hingga 66 Persen.
Gegara COVID-19, Penjualan Sepeda Motor di Dunia Terjungkal
Penjualan sepeda motor di dunia anjlok. (Ride Apart)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wabah virus corona (COVID-19) semakin merebak luas hingga memberikan efek domino ke beberapa sektor. Salah satu di antaranya adalah bisnis otomotif.

Setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020, banyak pengamat berspekulasi mengenai krisis global. Kebijakan produsen dan diler sepeda motor menutup fasilitasnya dengan memberlakukan pembatasan sosial, produksi maupun penjualan kendaraan terjungkal.

Di India, seperti dilansir dari Ride Apart, Kamis (16/4/2020), yang merupakan pasar sepeda motor terbesar di dunia membukukan penurunan penjualan tajam pada Maret 2020. Misalkan Hero MotoCorp (-43 persen), Royal Enfield (-44 persen), Bajaj (-55 persen), dan TVS Motor Company (-62 persen) mengalami kontraksi selama bulan ketiga 2020.

Produsen asing juga harus mengalami perlambatan ekonomi. Suzuki India melaporkan penurunan 42 persen. Namun tidak semua berita buruk, seperti Honda Motorcycle & Scooter India yang justru berhasil meraih peningkatkan penjualan sebesar 10 persen.

Baca Juga: Honda Odyssey Dirombak Jadi Armada Pengantar Pasien COVID-19 di Jepang

Kendati angka tersebut suram, Managing Director Suzuki India Koichiro Hirao menekankan tanggung jawab perusahaan selama pandemi global. "Saat ini, prioritas pertama dan terpenting kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan dan semua pemangku kepentingan," kata Hirao.

"Ketika industri memerangi pandemi COVID-19 dengan menerapkan shutdown dan mengambil tindakan pencegahan, kami percaya industri akan mengatasi masa sulit ini dan bangkit kembali dengan pertumbuhan positif dalam beberapa bulan mendatang," lanjutnya. 

Meskipun Suzuki India mengalami kesengsaraan, namun perusahaan masih melaporkan peningkatan 5,7 persen dalam penjualan selama tahun fiskal 2019-2020. "Kami senang menutup tahun keuangan ini dengan catatan positif pertumbuhan 5,7 persen di tengah langkah pencegahan yang diambil setelah pandemi COVID-19," tambah Hirao.

Di Eropa, pasar sepeda motor Italia hancur dengan angka penjualan anjlok hingga 66 persen. Pembelian skuter turun dan moped turun 62 persen, sementara penjualan sepeda motor runtuh dengan penurunan 69 persen. Namun, menghitung penjualan keseluruhan pada kuartal pertama 2020, Italia hanya turun 24 persen dibandingkan tahun lalu.

Dengan sebagian besar pabrik dan diler masih tutup, maka masih belum diketahui data untuk penjualan pada April ini. Produsen masih terus mengamati prospek ke depan dengan harapan industri otomotif akan kembali bangkit setelah pandemi COVID-19 ini. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0