Nissan Pangkas Biaya Rp41,6 Triliun dan Bakal 'Suntik Mati' Datsun :: Nusantaratv.com

Nissan Pangkas Biaya Rp41,6 Triliun dan Bakal 'Suntik Mati' Datsun

Saham Nissan Merosot Lebih Dari 40 Persen Tahun Ini Melampaui Penurunan yang Dialami Toyota dan Honda.
Nissan Pangkas Biaya Rp41,6 Triliun dan Bakal 'Suntik Mati' Datsun
Datsun Cross. (Automotive News)

Jakarta, Nusantaratv.com - Nissan Motor disebutkan akan memangkas sekitar 2,8 miliar dolar AS (Amerika Serikat) atau setara Rp41,6 triliun biaya tetap tahunan sebagai bagian dari restrukturisasi akibat pendemi virus corona (COVID-19) yang berimbas turunnya penjualan.

Produsen otomotif Jepang itu juga kemungkinan akan menghapus merek Datsun, menutup satu lini produksi selain operasi yang baru saja ditutup di Indonesia, menurut Bloomberg mengutip sumber anonim, seperti dilansir dari Automotive News, Kamis (14/5/2020).

Nissan, yang juga beraliansi dengan Renault Prancis dan merek senegara Mitsubishi, kondisinya makin sulit setelah skandal keuangan berbuntut pemecatan Charlos Ghosn sebagai chairman.

Pada bulan lalu, Nissan mengisyaratkan jika pihaknya memperkirakan akan membukukan kerugian untuk tahun fiskal terbaru hingga Maret, karena pandemi virus corona menutup ruang pamer di pasar-pasar utama dan ekonomi yang merosot mengurangi permintaan konsumen pada mobil baru.

Rencana itu masih perlu ditinjau oleh dewan Nissan dan kemungkinan dapat berubah, menurut sumber dekat terkait rencana restrukturisasi itu. Besaran biaya restrukturisasi juga masih belum ditentukan.

Baca Juga: Kendaraan Swakemudi Bakal Hilir-Mudik di Kota Seoul 

Nissan memperkirakan penurunan penjualan sebesar 12 persen menjadi 95,3 miliar dolar AS untuk tahun fiskal yang baru saja berakhir. Sedangkan rencana jangka menengah meminta pengembalian pendapatan sebesar 107,4 miliar dolar AS dalam waktu tiga tahun.

Jalur produksi yang belum diumumkan akan ditutup sebagai bagian dari perubahan tersebut. Hal ini akan membuat rasio pemanfaatan Nissan sekitar 80 persen dalam tiga tahun. Rencana tersebut mengasumsikan kapasitas produksi tahunan sekitar 5,4 juta mobil.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, tingkat pemanfaatan Nissan sekitar 65 persen pada tahun fiskal yang baru saja berakhir. Di bawah rencana jangka menengah sebelumnya, Nissan telah merencanakan mengurangi kapasitas produksi mobil mereka menjadi sekitar 6,6 juta unit per tahun dari 7,2 juta unit.

Nissan akan mengumumkan rencana jangka menengah yang direvisi bersama dengan hasil keuangan tahun fiskal 2019 pada 28 Mei - kata Azusa Momose, juru bicara Nissan. 

Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut tentang hal ini - lanjutnya.

Saham Nissan merosot lebih dari 40 persen pada tahun ini melampaui penurunan yang dialami Toyota dan Honda.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0