Pandemi Virus Corona, Toyota Pangkas Produksi Mobil Jepang Pada Juni :: Nusantaratv.com

Pandemi Virus Corona, Toyota Pangkas Produksi Mobil Jepang Pada Juni

Toyota Berencana Memangkas Sepertiga Produksinya di Amerika Utara Hingga Oktober.
Pandemi Virus Corona, Toyota Pangkas Produksi Mobil Jepang Pada Juni
Ilustrasi. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Toyota Motor Corp mengatakan akan mengurangi produksi kendaraan di Jepang sebesar 122.000 unit pada Juni.

Langkah itu dilakukan karena kurangnya permintaan mobil baru di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Sekaligus mendorong pembuat mobil Jepang itu untuk menjaga pabriknya tetap beroperasi secara terbatas.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (16/5/2020), penurunan produksi Toyota menggarisbawahi kondisi yang menantang bagi pembuat mobil di seluruh dunia karena dampak dari virus corona.

Selain permintaan yang lemah, masalah dengan pengadaan dan langkah-langkah jarak sosial di pabrik juga diperkirakan akan memukul kapasitas produksi.

Baca Juga: Nissan Pangkas Biaya Rp41,6 Triliun dan Bakal 'Suntik Mati' Datsun

Pembuat mobil itu mengatakan akan menghentikan produksi di 15 pabriknya selama empat hari pada bulan depan, sembari menghentikan produksi hingga satu pekan pada 10 lini produksinya, termasuk pembuatan mobil gasoline-hybrid Prius, sedan Corolla, dan 4Runner SUV.

Selain itu, Toyota berencana mengoperasikan hanya satu shift pada lima jalur produksi bulan depan, yang akan berlanjut pada dua jalur hingga Juli, bahkan Agustus.

Seorang juru bicara Toyota mengatakan pengurangan produksi mewakili pengurangan 40 persen dari rencana awal yang dibuat awal tahun ini.

Awal pekan ini, Reuters melaporkan Toyota berencana memangkas sepertiga produksinya di Amerika Utara hingga Oktober. Toyota diprediksi mengalami penurunan laba operasi hingga 80 persen dalam setahun penuh, dan merupakan capaian terendah dalam sembilan tahun terakhir.

Beberapa analis percaya penjualan mobil global di seluruh industri dapat merosot hingga sepertiga tahun ini dan setiap pemulihan akan melambat dan merata karena meningkatnya pengangguran, dan berkurangnya pendapatan sehingga membebani pengeluaran konsumen.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0