Analis: Penjualan Mobil AS di Negara Bagian yang Terapkan Lockdown Virus Corona Turun 80 Persen :: Nusantaratv.com

Analis: Penjualan Mobil AS di Negara Bagian yang Terapkan Lockdown Virus Corona Turun 80 Persen

Volume Penjualan Kendaraan AS Secara Keseluruhan Turun 50-70 Persen Dari Penjualan Reguler Imbas Virus Corona.
Analis: Penjualan Mobil AS di Negara Bagian yang Terapkan Lockdown Virus Corona Turun 80 Persen
Ilustrasi. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Para analis memprakirakan penjualan kendaraan di negara bagian Amerika Serikat (AS) yang menerapkan perintah lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona (COVID-19) akan turun 80 persen atau lebih.

"Penjualan ritel mobil hingga 22 Maret 2020 menurun 22 persen secara nasional setiap tahun dan sebanyak 40 persen di beberapa kota di Pantai Barat AS," kata analisis dari perusahaan riset JD Power, dilansir dari Reuters, Kamis (26/3/2020).

Dia menyebut hal itu berdasarkan data dari diler di sekitar negara bagian tersebut. Sedangkan data pekan lalu belum sepenuhnya menjelaskan berbagai negara bagian AS yang meloloskan pesanan perlindungan di tempat pada akhir pekan lalu.

"Kami berharap untuk melihat dampak yang jauh lebih luas dan lebih luas dari pembatasan ini pekan depan dengan penjualan menurun 80 persen atau lebih," ujar Tyson Jominy, Wakil Presiden Data dan Analitik Perusahaan.

Baca Juga: Pandemik Corona, KIA Tangguhkan Pabrik di AS Hingga April Nanti

Tyson mengatakan New York khususnya, pasar yang sejauh ini terbukti cukup tangguh, diperkirakan akan berubah secara dramatis selama beberapa pekan mendatang. New York pada 20 Maret 2020 memerintahkan sekitar 19 juta penduduk negara bagian untuk tinggal di rumah.

Terpisah, perusahaan dealer Group 1 Automotive Inc mengatakan kepada investor jika volume penjualan kendaraan AS secara keseluruhan turun 50 hingga 70 persen dari penjualan reguler yang diharapkan pada Maret 2020.

Group 1 Automotive Inc menyebut akan memangkas biaya pemasaran lebih dari 75 persen dan mencutikan 3.000 karyawan AS selama 30 hari, dengan kemungkinan perpanjangan selama 30 hari.

Kendati peristiwa suram, Thomas King, Presiden Data dan Analisis JD Power, mengatakan pembeli mobil kemungkinan akan bangkit kembali setelah kebijakan lockdown dicabut, untuk membantu industri otomotif bisa kembali pulih.

Krisis ini juga kemungkinan akan mempercepat perpindahan ke penjualan online oleh diler mobil, sebuah praktik bisnis yang telah diterapkan oleh para penjual mobil.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0