Gara-gara Pajang Sepatu di Mobil, Perancang Mode Jerman Digugat Ferrari :: Nusantaratv.com

Gara-gara Pajang Sepatu di Mobil, Perancang Mode Jerman Digugat Ferrari

Philipp Plein diminta berhenti menggunakan merek dagang dan mobil Ferrari untuk tujuan komersial
Gara-gara Pajang Sepatu di Mobil, Perancang Mode Jerman Digugat Ferrari
Perancang mode Jerman Philipp Plein digugat Ferrari akibat memajang sepatu di atas mobil. (Carscoops)

Jakarta, Nusantaratv.com - Seperti kebanyakan orang muda sukses di Eropa, perancang busana Jerman, Philipp Plein sering memamerkan gaya hidupnya yang mewah di Instagram. Kini, ia digugat Ferrari.

Alhasil, dalam setiap sesi foto selalu dikelilingi wanita cantik, lokasi eksotis dan koleksi mobil mengesankan, seperti Rolls-Royce Phantom, Lamborghini Urus dan Ferrari 812 Superfast.

Tak jarang ia menggunakan media sosial miliknya untuk mempromosikan beberapa produknya, hingga akhirnya masalah menimpa Plein dengan Ferrari.

Dilansir Carscoops, Rabu (31/7/2019), dalam postingannya, Plein menunjukkan 'surat cinta' dari pengacara Ferrari setelah memposting sepatu rancangannya di kaca belakang Ferrari 812 Superfast, tanpa izin.

Surat tidak berhenti di situ karena tertulis, "Merek dagang dan model mobil Ferrari terkait gambar Anda dengan gaya hidup yang sama sekali tidak konsisten dengan persepsi merek Ferrari."

Surat itu membuat reputasi Ferrari ternoda dan menyebabkan kerusakan materi. Pengacara kemudian menuntut agar semua gambar yang dirujuk dalam surat itu dihapus dalam waktu 48 jam. Dan, meminta Plein berhenti menggunakan merek dagang dan mobil Ferrari untuk tujuan komersial. Mereka juga mengancam tindakan Plein akan dibawa ke Pengadilan.

Namun, tampaknya Plein tak gentar. "Saya bahkan tidak bisa mengatakan dengan kata-kata betapa kecewa atas klaim yang tidak adil dan sama sekali tidak pantas terhadap saya secara pribadi."

Ia mengatakan dirinya mencintai Ferrari dan membeli kuda jingkrak pertamanya satu dekade lalu. Plein menyebut surat itu sebagai bentuk 'pemerasan', dan mencatat insiden itu dipicu gambar mobil pribadi di Instagram pribadinya.

Di sisi lain, Ferrari tak hanya khawatir dengan model berpakaian minim. Seperti yang tertulis dalam surat, pemasaran sepatu Plein dengan Ferrari 812 Superfast mengganggu lisensi terpilih Ferrari, yang secara eksklusif berhak menggunakan merek dagang Ferrari untuk memproduksi dan mempromosikan sepatu bermerek Ferrari.

Intinya, perusahaan kesal karena sepatu Plein memanfaatkan merek Ferrari dan ini berpotensi mengurangi sepatu resmi Puma Ferrari, yang saat ini dijual dengan harga antara US$48-78. Namun, yang menjadi catatan sepatu Puma benar-benar menampilkan logo dan branding Ferrari, sementara sepatu Plein hanya berada di atas Ferrari.

Apa yang terjadi selanjutnya masih belum jelas, tapi kedua belah pihak tak bergeming dan tetap akan membawa masalah ini ke pengadilan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0