Hasil Riset, Tingkat Kepuasan Pengguna MRT Capai 85 Persen :: Nusantaratv.com

Hasil Riset, Tingkat Kepuasan Pengguna MRT Capai 85 Persen

MRT terobosan dalam memecahkan masalah mobilitas yang padat di Jakarta
Hasil Riset, Tingkat Kepuasan Pengguna MRT Capai 85 Persen
MRT terobosan memecahkan masalah mobilitas di Jakarta. (alinea.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Jawa Barat (Jabar), melakukan riset terkait efektivitas jasa transportasi publik di ibu kota. 

Mereka adalah Natasya Putri Erinda, Nurul Aidatul Fitriah, dan Sherin Safitri, dari Program Studi Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH), di bawah bimbingan Wiwiek Rindayanti.

Penelitian dilatarbelakangi rasa penasaran para mahasiswa ini terkait seberapa besar pengaruh keberadaan MRT sebagai terobosan yang dapat memecahkan masalah mobilitas yang padat di Jakarta.

Natasya, Ketua Tim Peneliti, menyampaikan berdasarkan perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI), indeks kepuasan konsumen pengguna jasa transportasi MRT menunjukkan nilai 85.10 persen.

Hal itu berarti tingkat kepuasan pengguna MRT telah terpenuhi dan termasuk dalam kategori sangat puas. Jasa transportasi MRT yang telah beroperasi di wilayah Jakarta sejak Maret 2019 telah memberikan kepuasan kepada penggunanya dan dapat dinyatakan efektif.

Sejak mulai beroperasi pada 1 April 2019, selama satu bulan beroperasi, terhitung rata-rata sebanyak 82.615 penumpang menggunakan MRT dalam setiap harinya.

Sebagian besar masyarakat mengalami penurunan rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk transportasi dan perkiraan waktu tempuh sampai tempat tujuan setelah menggunakan jasa transportasi MRT.

Pembangunan transportasi terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas distribusi yang efisien, aman dan nyaman serta mengurangi mobilitas kendaraan di wilayah Jakarta. 

"Pembangunan MRT ini nantinya akan menjadi salah satu alternatif pemerintah agar warga Jakarta yang tadinya sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi diharapkan beralih menggunakan jasa transportasi ini," ujar Natasya, dilansir situs resmi IPB, Rabu (17/7/2019).

Diungkapkan Natasya, berdasarkan hasil penelitian, MRT belum 100 persen efektif karena dari sisi kepuasan konsumen rata-rata tingkat kinerja masih lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat kepentingannya.

"Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak faktor yang perlu diperbaiki oleh pengelola jasa transportasi MRT," tambah Natasya.

Selain itu, tim ini juga merekomendasikan beberapa hal kepada pengelola MRT seperti sosialisasi infografis dalam bentuk media cetak ataupun elektronik.

Infografis ini disebar secara luas melalui platform media sosial, website dan sebagainya agar informasi sistem kedaruratan dan keamanan dapat diketahui penumpang secara luas.

Selain itu, agar lebih memiliki daya tarik bagi penumpang, pengelola dapat memberikan promo dan potongan harga agar penumpang lebih memilih MRT dibandingkan dengan kendaraan pribadi. 

"Perlu ada penambahan jumlah jalur dan stasiun yang menjangkau di seluruh wilayah Jakarta, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, sehingga jasa transportasi MRT bisa dijangkau oleh pengguna yang tersebar di wilayah Jakarta," cetusnya.  

"Harapan kami, semoga MRT semakin berkembang dan menjangkau di seluruh wilayah Jakarta. Karena pada saat ini masih berada di Wilayah Jakarta Pusat-Jakarta Selatan. Dan dalam jangka panjang diharapkan bisa beroperasi di seluruh wilayah Indonesia," tukas Natasya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0