Industri Otomotif Korsel Segera Berproduksi di Indonesia :: Nusantaratv.com

Industri Otomotif Korsel Segera Berproduksi di Indonesia

47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor
Industri Otomotif Korsel Segera Berproduksi di Indonesia
Industri otomotif Korsel segera berproduksi di Indonesia. (Kemenperin.go.id)

Jakarta, Nusantaratv.com - Hyundai Motor Company (HMC), produsen otomotif asal Korea Selatan (Korsel), bakal segera merealisasikan investasinya di Indonesia.

Rencana itu ditegaskan pada pertemuan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul, Selasa (25/6/2019).

"Mereka akan mulai produksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," ujar Ailangga sesuai keterangannya yang dikutip nusantaratv dari situs resmi Kemenperin, Senin (1/7/2019). 

Sedangkan jenis kendaraan yang akan digarap di Indonesia, antara lain adalah SUV (Sport Utility Vehicle), MPV (Multi Purpose Vihicle), hatchback, dan sedan.

"Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor," lanjut Airlangga.

Pada kunjungannya di HMC saat itu, Airlangga sempat ikut menguji mobil berbahan bakar hydrogen yang dinamakan Hyundai Nexo.

Airlangga juga mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo tersebut. Menurutnya, Pemerintah Indonesia akan mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.

Pabrik Hyundai di Indonesia yang lokasinya masih belum dikonfirmasi tersebut bakal mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Indonesia dinilai akan menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

"Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia," tutur Airlangga.

Ia juga menegaskan, prinsipnya Pemerintah mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menyebut sejak awal Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan ASEAN dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.

"Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik," ungkap Harjanto.

Harjanto menambahkan dari total kapasitas produksi HMC di Indonesia, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik.

Dari kapasitas itu, ungkap Harjanto, sebagian besar untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia, serta sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan meliputi banyak sektor industri.

Tidak hanya sektor industri baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor industri  otomotif. Bahkan, investasi ini dinilai penting karena dapat memperdalam struktur manufaktur dan meningkatkan daya saing industri di Indonesia.

"Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti, karena akan meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat," tukas Sung Yun Mo.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0