Korsel Bantu Industri Otomotif Keluar dari Krisis Virus Corona :: Nusantaratv.com

Korsel Bantu Industri Otomotif Keluar dari Krisis Virus Corona

Pandemi Virus Corona Menyebabkan Penutupan Sejumlah Pabrik Mobil dan Dealer di AS dan Eropa.
Korsel Bantu Industri Otomotif Keluar dari Krisis Virus Corona
Ilustrasi. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Korea Selatan (Korsel) pada Senin (23/3/2020) mengatakan akan memberikan dukungan logistik dan keuangan untuk membantu industri otomotif melalui krisis virus corona (COVID-19), terkait gangguan terhadap rantai pasokan dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah mengatakan akan mempercepat bea cukai, mengatur transportasi barang dan memberikan dukungan likuiditas untuk industri yang mempekerjakan sekitar 12 persen tenaga kerja asal Negeri Ginseng itu.

Pandemi virus corona telah menyebabkan penutupan sejumlah pabrik mobil dan dealer di AS dan Eropa, yang diperkirakan akan mempengaruhi produsen mobil Korsel seperti Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp.

"Sudah waktunya untuk mempersiapkan kejutan kontraksi permintaan global dan masalah pasokan Eropa," kata Sung Yoon-mo, Menteri Perdagangan Korsel, dalam pertemuan dengan eksekutif pemasok suku cadang dan asosiasi industri, dilansir dari Reuters, Senin (23/3/2020).

"Kelangsungan hidup adalah hal yang paling penting dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini ketika permintaan dan penawaran kontrak pada saat yang sama," lanjutnya.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Volkswagen Isyaratkan Tutup Pabrik Lebih Lama 

Kementerian tidak memberikan perincian tentang berapa banyak dukungan likuiditas yang akan disediakan pemerintah dan dalam bentuk apa. Bantuan tersebut merupakan bagian dari 50 triliun won ($ 39 miliar) dalam pembiayaan darurat yang diumumkan pekan lalu untuk meningkatkan perekonomian.

Hyundai Motor menutup pabrik perakitan Montgomery, Alabama, pada Rabu (18/3/2020) setelah seorang karyawan di sana dinyatakan positif COVID-19. Perusahaan juga menghentikan produksi di pabriknya di Republik Ceko dan India karena wabah virus corona.

Data pemerintah menyebut Eropa dan AS menyumbang sekitar 70 persen dari ekspor pembuat mobil Korea, dan 54 persen dari ekspor suku cadang Korea.

Seorang pejabat kementerian perdagangan mengatakan ekspor Korsel akan terpuruk pada April dan Mei, setelah naik 10 persen tahun ke tahun dalam 20 hari pertama Maret. Ekspor mobil naik 13,7 persen pada periode tersebut. Hal itu berdasarkan data badan pabean pada Senin (23/3/2020).

"Untuk saat ini, penurunan ekspor mobil dan onderdil tidak dapat dihindari karena pabrik dan dealer mobil tutup. Pembuat mobil Korea Selatan telah menimbun persediaan yang bisa bertahan hingga dua bulan," tutur Yoon.

Diketahui, Korsel telah melaporkan 8.961 kasus virus corona dan 110 kematian akibat virus mematikan ini.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0