Mahasiswa ITS Ciptakan Mel-Bike, Sepeda Listrik Ramah Lingkungan :: Nusantaratv.com

Mahasiswa ITS Ciptakan Mel-Bike, Sepeda Listrik Ramah Lingkungan

Dengan penumpang berbobot 60kg, Mel-Bike mampu melaju hingga 30 km/jam
Mahasiswa ITS Ciptakan Mel-Bike, Sepeda Listrik Ramah Lingkungan
Mel-Bike, sepeda listrik ramah lingkungan inovasi mahasiswa ITS. (Dok. Humas ITS)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang sepeda listrik ramah lingkungan, yakni Mel-Bike (Mecha-Electric Bike). Inovasi ini diharapkan mampu dikembangkan hingga menjadi salah satu alternatif kendaraan masa depan.

Yakni Muhammad Rizqi Mubarok (2016), Misbachul Falach (2016), dan Pramitha Yuniar (2017) dari Departemen Fisika ITS yang menggagas ide brilian ini. 

Barok, sapaan akrab Muhammad Rizqi Mubarok, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), mengatakan ide Mel-Bike ini dituangkan ke dalam PKM Karsa Cipta (KC).

Menurut Barok, dirinya dan kolega membuat inovasi sepeda hybrid (yang dapat dijalankan dengan dua sistem). Yakni gabungan sepeda mekanik (kayuh) dan elektrik (motor) lewat perantara switching (saling berganti). 

Kayuhan sepeda dimanfaatkan Barok sebagai penghasil listrik untuk pengisi daya baterai. "Lalu ketika pengendara letih, dapat mengganti ke fitur motor listrik dengan cara di-switch agar dapat digunakan seperti motor pada umumnya," ujar mahasiswa asal Gresik itu, dalam keterangannya, Senin (12/8/2019). 

Dibandingkan sepeda listrik Migo, Mel-Bike milik Barok dan kolega memiliki kelebihan tersendiri. Mel-Bike diciptakan tidak hanya sebagai sepeda listrik yang dapat dikayuh, namun juga hasil kayuhan sepedanya dapat menjadi pengisi daya baterai dari sepeda inovatif satu ini. "Jadi ada energi daur ulang yang dimanfaatkan lagi," lanjutnya.

Dengan penumpang berbobot 60 kg, Mel-Bike mampu melaju hingga 30 km/jam. Sepeda ini dapat diisi baterainya dari keadaan kosong hingga penuh dalam waktu kurang lebih 37 jam. 

Selain itu, baterai motor Mel-Bike juga dapat diisi melalui port charger ke stopkontak. Dan sepeda listrik ini juga menyediakan USB charger. "Sehingga ketika berkendara dapat mengisi handphone dengan mudah," tambah Barok.

Untuk prototipenya sendiri, Barok bersama kolega telah masuk ke tahap pembuatan cover untuk menutupi komponen listrik yang ada. Tim PKM Departemen Fisika ini optimistis dapat menggunakan Mel-Bike dalam perkuliahan di ITS. "Hingga ke depannya nanti, dapat digunakan oleh masyarakat luas," jelas Barok.

Diketahi, inovasi ini terinspirasi dari kondisi polusi di Indonesia, khususnya Jakarta yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu kota dengan polusi udara terparah di dunia.

"Untuk itu, masyarakat dan pemerintah harus serius beralih menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan seperti Mel-Bike," tukas Barok.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0