Penjualan Mobil di China Turun Drastis Imbas Corona, Terbesar Dalam Sejarah :: Nusantaratv.com

Penjualan Mobil di China Turun Drastis Imbas Corona, Terbesar Dalam Sejarah

Jika Wabah Virus Corona Bisa Ditanggulangi Cecara Efektif Sebelum April Maka Penurunan Penjualan Bisa Ditekan.
Penjualan Mobil di China Turun Drastis Imbas Corona, Terbesar Dalam Sejarah
Ilustrasi. (iNews)

Jakarta, Nusantaratv.com - Penjualan mobil di China anjlok 79 persen pada Februari 2020. Hal ini menandai penurunan bulanan terbesar dengan melemahnya permintaan akibat terpukul wabah virus corona.

Penjualan di pasar mobil terbesar di dunia turun menjadi 310.000 kendaraan dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Bahkan Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) mencatat kondisi ini menandai penurunan selama 20 bulan berturut-turut.

"Penjualan mobil China di Februari mengembalikan level yang tidak terlihat sejak 2005," kata Chen Shihua, pejabat senior asosiasi, dilansir dari Reuters, Kamis (12/3/2020).

Seorang pejabat CAAM mengatakan pada bulan lalu penjualan mobil diprakirakan cenderung turun lebih dari 10 persen pada paruh pertama tahun ini. Namun, dia menyebut jika wabah virus corona bisa ditanggulangi secara efektif sebelum April nanti, maka penurunan penjualan bisa ditekan menjadi sekitar 5 persen sepanjang 2020 ini. 

Baca Juga: CEO Tesla Elon Musk Menganggap Kepanikan Terhadap Virus Corona Adalah Bodoh

Di provinsi Hubei di mana wabah dimulai dan yang merupakan pusat produksi mobil utama yang bertanggung jawab atas hampir 10 persen dari produksi mobil China, Dongfeng Motor Group Co Ltd dan mitranya Honda Motor, Renault SA serta Peugeot SA, semuanya mengatakan telah menunda produksi.

Rencana produksi dan pengiriman Tesla di Shanghai, juga telah terganggu. Namun, setelah pihak berwenang di Wuhan pada Rabu (11/3/2020) mencabut pembatasan pada sejumlah industri utama di kota tersebut dan memungkinkan beberapa warganya untuk kembali bekerja, Honda kembali memproduksi mobil dalam jumlah terbatas.

Nissan Motor juga mengatakan rencananya untuk melanjutkan kembali produksi di Xiangyang, kota lain di Hubei, serta pabriknya di Zhengzhou, Henan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0