Polri Rilis Smart SIM Bulan Depan, Bisa Buat Belanja dan Bayar Tol :: Nusantaratv.com

Polri Rilis Smart SIM Bulan Depan, Bisa Buat Belanja dan Bayar Tol

Di dalam Smart SIM ini akan tertera apa saja pelanggaran yang dilakukan pengguna SIM ini.
Polri Rilis Smart SIM Bulan Depan, Bisa Buat Belanja dan Bayar Tol
Polri akan launching Smart SIM bulan depan. (Motor Plus)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Refdi Andri, mengungkapkan pihaknya akan melakukan launching SIM (Surat Izin Mengemudi) baru atau Smart SIM bulan depan.

Dikatakannya, terdapat perbedaan antara SIM yang lama dengan Smart SIM yang akan di launching pada 22 September 2019, atau bertepatan dengan hari Lalu Lintas Bhayangkara.  

"Smart SIM memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan SIM lama. Pertama, semua forensik kepolisian terdapat di dalam chip yang memiliki kapasitas tertentu, seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan pekerjaan pemilik SIM," ujar Refdi, dilansir dari NTMC Polri, Senin (26/8/2019). 

Baca: Polisi Kembangkan Kasus Perampokan yang Libatkan Terduga Teroris, Pelaku Pernah Tusuk Bupati Madiun

Selain itu, ungkap Refdi, melalui Smart SIM ini akan tertera apa saja pelanggaran yang dilakukan pengguna SIM ini. "Jadi akan tercatat secara otomotis, online, dan real time. Dan, kita juga bisa mengingatkan kepada pengemudi bahwa mereka telah melakukan pelanggaran, apakah berat, sedang, maupun ringan," sambung pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 17 Desember 1963 itu.

Mantan Karoprovos Divpropam Polri itu menambahkan Smart SIM juga bisa berfungsi sebagai uang elektronik. "Uang kita nanti akan ada di dalam kartu ini dengan saldo maksimal Rp2 juta, dan bisa melakukan pembayaran apa saja, seperti belanja online, tol, kereta api, dan semua yang menggunakan kartu elektronik," terangnya.

Baca: Kapolsek Sukajadi Sudah Biasa Beri Miras ke Mahasiswa Papua

Smart SIM ini, diakui Refdi, nantinya akan memiliki dua foto. "Di Smart SIM ini fotonya ada dua. Kelebihannya pada security-nya yang tidak bisa dipalsukan, dicontoh, dan dimodifikasi oleh siapapun," tukas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0