Soal Insentif Mobil Listrik, Menperin Sebut Tergantung Emisi :: Nusantaratv.com

Soal Insentif Mobil Listrik, Menperin Sebut Tergantung Emisi

Pemerintah akan memberi kelonggaran kepada industri kendaraan listrik untuk mengimpor mobil listrik secara CBU
Soal Insentif Mobil Listrik, Menperin Sebut Tergantung Emisi
Menperin Airlangga Hartarto sebut insentif mobil listrik tergantung emisi. (Okezone)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah bakal memberi insentif dari pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi kendaraan listrik berdasarkan kadar emisi.

Hal itu dikatakan Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (Menperin), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/8/2019). "Insentifnya apabila itu 'full electric atau 'full cell' yang emisinya itu nol, sehingga PPnBM-nya juga nol," ujar Airlangga.

Nantinya, ungkap Airlangga, pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP) tentang mobil listrik juga akan memasukan poin-poin yang mengatur penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) industri kendaraan berbasis listrik, dengan batas minumum 35 persen.

Di sisi lain, pemerintah akan memberi kelonggaran kepada industri kendaraan listrik untuk mengimpor mobil listrik secara CBU (Completely Build-Up) untuk tahap awal. Setelah tiga tahun, baru diwajibkan untuk penggunaan TKDN sebesar 35 persen.

"Penggunaan TKDN diharapkan dapat mendorong ekspor Indonesia," terang politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0