Takata Diwajibkan Bayar Ganti Rugi Rp139 Miliar Pada 102 Korban Airbag di AS :: Nusantaratv.com

Takata Diwajibkan Bayar Ganti Rugi Rp139 Miliar Pada 102 Korban Airbag di AS

Takata mengaku bersalah atas kasus ini dan diharuskan membayar hampir 1 miliar dolar AS dalam hukuman pidana
Takata Diwajibkan Bayar Ganti Rugi Rp139 Miliar Pada 102 Korban Airbag di AS
Takata diwajibkan membayar ganti rugi terkait airbag bermasalah. (Carscoops)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengadilan Distrik Timur Michigan, Amerika Serikat (AS) memutuskan pada Takata untuk membayar ganti rugi kepada korban ledakan kantung udara (airbag).

Pembayaran tahap pertama diberikan kepada 102 korban sebasar 9,8 juta dolar AS atau sekitar Rp139 juta.

Dilaporkan seorang petugas yang ditunjuk khusus untuk mengawasi dana restitusi menghitung pembayaran yang akan diterima oleh para korban.

Masing-masing senilai 643,4 dolar AS kepada pengemudi yang mengajukan klaim cedera yang disebabkan inflator airbag Takata yang rusak, serta cedera khusus yang diderita. Pembayaran tahap pertama ini berkisar dari 643,4 dolar AS hingga 608.013 dolar AS.

Diketahui, seperti dilansir dari Carscoops, Jumat (9/8/2019), bahwa hampir 70 juta kendaraan di seluruh AS telah ditarik kembali dalam beberapa tahun terakhir karena inflator airbag Takata yang rusak, atau mewakili sekitar 13 persen dari semua kendaraan terdaftar di AS. 

Inflator meledak telah dikaitkan dengan 24 insiden kematian di seluruh dunia, dimana 16 di antaranya terjadi di AS, dan lebih dari 250 orang korban cedera.

Sebagai bagian dari penarikan kembali keselamatan otomotif terbesar dalam sejarah, Takata pun mengaku bersalah atas kasus ini dan diharuskan membayar hampir 1 miliar dolar AS dalam hukuman pidana. 

Dari denda ini, 125 juta dolar AS akan digunakan untuk korban luka. Dan total 850 juta dolar AS untuk produsen mobil guna menutupi biaya penarikan dan penggantian. Sementara sisanya 25 juta dolar AS digunakan untuk membayar denda.

Dalam insiden ini, Propellant yang digunakan inflator salah, hingga membuatnya meledak, dan bisa mengirimkan pecahan peluru logam ke arah pengemudi dan penumpang.

Atas masalah ini, lebih dari 20 juta kendaraan baru yang dipasangi airbag oleh mereka diperkirakan akan ditarik kembali dalam beberapa tahun mendatang.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0